DesaOS

Tentang DesaOS

DesaOS merupakan sistem operasi komputer berbasis open source yang dikembangkan untuk mendukung penerapan teknologi informasi di wilayah perdesaan. DesaOS mampu berjalan pada komputer dengan spesifikasi rendah. Dalam pengembangan DesaOS, Developer Gedhe Foundation melibatkan masyarakat desa dalam perumusan konsep, uji coba, maupun pemaketan aplikasi pendukung.

Sistem operasi yang ditujukan untuk desa ini telah dilengkapi dengan aplikasi Sistem Informasi Desa (Sidesa 2.0) dan aplikasi SiKomAr. Kedua aplikasi tersebut tersedia dalam sekali instal DesaOS.

Pada acara konferensi video dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, digunakan sistem operasi DesaOS sebagai piranti pendukung komputer. Sistem Operasi ini mampu mendukung komunikasi jarak jauh yang dilakukan antara Menkominfo dan sejumlah desa di pelosok tanah air, seperti Pidie, Ciamis, Banyumas, Cilacap, dan Bojonegoro. Mereka dapat saling menyapa dan bertatap muka melalui video dan suara secara langsung.

Tujuan

Tujuan pengembangan DesaOS adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di desa se Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran, dan pemerintahan. DesaOS dikembangkan dengan dukungan multimedia seperti mp3, vcd, dan dvd. DesaOS didesain dengan tampilan grafis dan tema yang menampilkan ciri khas Indonesia. Pengembangan DesaOS akan terus dilakukan secara terbuka kepada publik.

Rilis

DesaOS 1.0 Nama kode Angsle

Angsle atau wedang angsle adalah minuman khas Jawa yang menyerupai kolak. Penjual angsle tradisional dulu berkeliling kampung hanya pada malam hari, karena angsle yang hangat pas disajikan saat malam hari atau saat hujan. Namun, sekarang banyak penjualan angsle yang berjualan tidak hanya malam hari saja.

Makanan ini diperkirakan berasal dari Kota Malang, tetapi daerah-daerah lain di Jawa juga menjualnya, seperti Kota Surabaya dan Lumajang.

2. DesaOS 2.0 Nama kode Bajigur (Sedang dalam tahap pengembangan).

Filosofi

DesaOS mempunyai filosofi sebagai berikut :

  • Perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya bagi warga desa
  • Warga desa harus mempunyai kebebasan untuk mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan tanpa halangan apapun
  • Sistem operasi harus menyesuaikan dengan hardware yang ada di desa

Kelebihan

Kelebihan dari penggunaan DesaOS adalah sebagai berikut:

  • Mendukung komputer dengan perangkat kelas lama. Pengguna tidak perlu melakukan upgrade hardware untuk memasang DesaOS.
  • Secara bawaan sudah memiliki fitur lengkap, dengan dukungan multimedia penuh dan sangat mudah digunakan.
  • Bebas biaya dan sumber terbuka (open source).
  • Berbasis masyarakat. Pengguna didorong untuk mengirimkan umpan ke proyek sehingga ide-ide mereka dapat digunakan untuk meningkatkan DesaOS.
  • Berdasarkan Debian dan Ubuntu, menyediakan sekitar 30.000 paket dan salah satu manajer perangkat lunak terbaik.
  • Ini aman dan dapat diandalkan. Berkat pendekatan konservatif untuk pembaruan perangkat lunak, Manajer Pembaruan yang unik dan kekokohan arsitektur Linux nya, DesaOS memerlukan sedikit pemeliharaan (tidak ada regresi, tidak ada antivirus, tidak ada anti-spyware … dll).